images

Kepala Dinas Perhubungan Kab. Gresik, Bapak Nanang Setawan, SIP, M.Si memberikan Pengarahan kepada Warga Pengguna Jalan di Perlintasan KA

Sosialisasi Keselamatan Pengguna Jalan di Perlintasan KA Desa Tambakrejo Kec. Duduksampeyan

Gresik - Menggandeng pihak Kementerian Perhubungan melalui PT. KAI dan Dishub Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi keselamatan dan kesadaran warga pengguna jalan di lintasan kereta api, di Desa Tambakrejo Kecamatan Duduksampeyan, Selasa (17/7/2018).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari PT. KAI Daops VIII, Balai Teknik Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan dari Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Pemprov Jatim.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Bapak Nanang Setiawan, SIP, M.Si, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman keselamatan terhadap warga masyarakat khususnya pengguna jalan pada lintasan KA.

Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik selaku perpanjangan tangan Kemenhub sangat perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tinggal maupun pengguna jalan di lintasan KA, mengingat di wilayah Kabupaten Gresik sedikitnya ada 9 titik jalan yang dilintasi rel KA.

Bapak Kepala Dinas menyatakan, Dinas Perhubungan Kab. Gresik telah mengajukan permintaan bantuan pemasangan palang pintu KA ke Kemenhub di 9 titik jalan tersebut. Termasuk pemasangan EWS (Early Warning System) atau sirene peringatan dini. Namun, dari pengajuan tersebut, kemungkinan Dinas Perhubungan Kab. Gresik memprioritaskan di tiga titik, yakni Desa Tumapel, Setro dan Sumari, ketiganya Kecamatan Duduksampeyan.

"Untuk pembuatan satu titik palang pintu perlintasan KA membutuhkan biaya kisaran Rp 750 juta.  Biaya digunakan untuk pembuatan palang pintu, EWS dan pos jaga lintasan," jelas Bapak Kepala Dinas Perhubungan yang juga mantan Kepala Bagian Perlengkapan Setda Kab. Gresik.

Ditambahkan Bapak Kepala Dinas, untuk menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas para pengguna jalan yang melintas di rel KA, Dinas Perhubungan Kab. Gresik telah menugaskan 6THL (tenaga harian lepas) yang ditugaskan mengatur lalu lintas ketika KA lewat. Mereka disiagakan di lintasan KA Desa Tumapel dan Setro Kecamatan Duduksampeyan.

"Masing-masing lintasan dijaga 2 orang secara bergantian (shift) 24 jam. Sebelumnya mereka kami diklatkan di Akademi Perkerataapian di Madiun," pungkasnya.


TAG

Tinggalkan Komentar